Thursday, January 22, 2026

PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA

 


Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.

Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.

Di awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.

Pada kurun waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 parasut yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).

Link sumber

Wisata Paralayang Bukit Timbis, Bali

 


Timbis Paragliding, merupakan destinasi wisata paralayang yang menawarkan pengalaman terbang tandem di atas tebing dengan pemandangan laut selatan Bali yang memukau. 

Adapun durasi penerbangan sekitar 15 menit, mencakup rute dari Pantai Pandawa, Pantai Timbis, Pantai Sawangan, Pantai Melasti, hingga Pantai Uluwatu. 

Selama penerbangan, Anda dapat menikmati pemandangan tebing dan laut biru. Harga tiket dibandrol dari Rp1.200.000 per orang, sudah termasuk asuransi, foto, dan video dokumentasi.

Timbis Paragliding beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA, dengan waktu terbaik untuk terbang antara pukul 14.00 hingga 17.00 WITA.

Link sumber

Wisata Paralayang Puncak Gunung Mas, Bogor


 Agrowisata Gunung Mas di Puncak, Bogor, merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman wisata paralayang dengan latar belakang kebun teh hijau dan pegunungan. 

Anda dapat menikmati aktivitas paralayang tandem dengan harga mulai dari Rp450.000 hingga Rp550.000 per orang, termasuk sewa alat pelindung diri dan instruktur profesional. 

Untuk mengabadikan momen, tersedia sewa kamera GoPro seharga Rp200.000 hingga Rp300.000, serta jasa fotografer dengan tarif Rp10.000 hingga Rp15.000 per foto.

Link Sumber

Wisata Paralayang Puncak Lawang, Sumatera Barat

 


Puncak Lawang, terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, lokasi ini menawarkan panorama spektakuler Danau Maninjau dari ketinggian 1.210 mdpl. 

Terkenal sebagai salah satu spot wisata paralayang terbaik di Asia Tenggara, destinasi ini sering menjadi tuan rumah lomba internasional seperti Lomba Paralayang Internasional Agam 2018.

Wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp25.000. Untuk mencoba paralayang tandem, biaya yang diperlukan adalah sekitar Rp600.000. 

Link sumber

Daya Tarik Bukit Parayalang Watu Gupit

 


Bagi para pemburu Sunset tentu saja tempat wisata ini cocok untuk dijadikan sebagai destinasinya. Warna cahaya keemasan dari matahari terbenam memantul sampai ke permukaan laut sehingga penampakannya memang sangat menakjubkan.

Tidak hanya itu bonusnya Anda bisa menyaksikan keindahan pantai Parangtritis dan samudra Hindia dari ketinggian bukit ini. Pesona air laut kebiruan dan panorama pantai yang eksotis tentu saja akan membayar rasa penat Anda saat menelusuri tempat ini.

Berbagai aktivitas menyenangkan seperti mengudara dengan paralayang dari bukit ini juga bisa dilakukan. Untuk menikmati fasilitas bermain ini tentu saja juga sangat terjangkau yaitu kurang lebih Rp350.000 sampai Rp400.000.

Link sumber

Cara Menuju Paralayang Batu

 


Cara Menuju Paralayang Batu (Gunung Banyak)

Dari Kota Malang

 • Kendaraan pribadi: ±28 km, 45–60 menit. Arahkan ke Kota Batu lalu Gunung Banyak/Omah Kayu. Parkir tersedia.

 • Angkutan umum: Terminal Arjosari → Landungsari → angkot ke Kota Batu → lanjut ojek/taksi ke Gunung Banyak.

Dari Kota Batu

 • Kendaraan pribadi: ±7,6 km dari Alun-Alun Batu. Jalan menanjak dan berkelok, hati-hati.

 • Ojek online/taksi: Praktis, tarif sekitar Rp20.000–Rp25.000. 

Paralayang Batu menawarkan pengalaman terbang yang tak terlupakan, memadukan keindahan alam dan sensasi kebebasan di atas Kota Batu.

Link sumber


Bukit Paralayang Sempu

 


Bagi penyuka olahraga paralayang, ada satu tempat wisata baru di Kabupaten Pasuruan yang wajib dikunjung. Namanya adalah Bukit Paralayang Sempu yang terletak di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi dan dilaunching oleh Komandan Lanud (Landasan Udara) Abdul Rachman Saleh, Marsma TNI Zulfahmi, Sabtu (21/05/2022) pagi.

Hadirnya Bukit Paralayang Sempu sebagai Aero Park (Taman Angkasa) sangat membantu para atlet paralayang dalam mencoba tempat-tempat baru untuk latihan atau berkompetisi.

Tak selesai sampai di situ, apabila fasilitas maupun sarana prasarana penunjang sudah memadai dengan dibantu Pemda setempat, maka masyarakat umum boleh datang ke sana. Dan ketika sudah banyak yang datang, maka secara otomatis berdampak pada meningkatnya perekonomian warga di sekitar tempat wisata itu sendiri. Tak hanya itu, udara yang ada di sekitar lokasi ini sangat bersih, karena dipenuhi ribuan pohon dan kualitas air yang sangat jernih.

Rencananya, para wisatawan akan dikenai tiket masuk hanya Rp 10 ribu per 1 orang. Sedangkan bagi yang ingin mencoba paralayang, pengunjung akan dikenai biaya sebesar Rp 300 ribu-Rp 350 ribu per sekali terbang dengan durasi menyesuaikan kondisi angin di sekitar lokasi.

Link sumber

Tips untuk Terbang yang Lebih Menyenangkan

• Datang pagi (08.00–11.00) atau sore (14.00–17.00) karena angin lebih stabil dan cuaca nyaman.

• Gunakan pakaian longgar dan nyaman, celana panjang, kaus, dan jaket tipis.

• Pakai sepatu tertutup anti-slip, hindari sandal atau sepatu hak.

• Bawa kamera/HP dengan tali pengaman atau gunakan jasa dokumentasi operator.

• Makan secukupnya, jangan terlalu kenyang agar tidak mual.

• Tetap tenang dan ikuti instruksi pemandu profesional saat terbang.

Link sumber

Destinasi wisata Bukit Paralayang Watu Gupit termasuk salah satu destinasi yang cukup hits di Yogyakarta. Akses untuk menuju ke bukit ini sangat mudah dijangkau mana letaknya tidak jauh dari pantai Parangtritis. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Bukit Paralayang, ada baiknya untuk mengetahui informasi terkait lokasi jam operasional, harga tiket sampai fasilitasnya untuk masuk ke area wisata.


Destinasi wisata Bukit Paralayang Watu Gupit termasuk salah satu destinasi yang cukup hits di Yogyakarta. Akses untuk menuju ke bukit ini sangat mudah dijangkau mana letaknya tidak jauh dari pantai Parangtritis.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Bukit Paralayang, ada baiknya untuk mengetahui informasi terkait lokasi jam operasional, harga tiket sampai fasilitasnya untuk masuk ke area wisata.

Tempat wisata ini berada di kawasan hutan Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta, dan buka setiap hari pukul 09.00–19.00 WIB. Harga tiket masuknya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp10.000.

Lokasinya berjarak kurang lebih 31 km dari pusat Kota Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, melalui jalur yang sama menuju Pantai Parangtritis. Akses jalan cukup mudah dan bisa dilalui motor maupun mobil.

Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari area parkir, mushola, toilet, hingga warung makan dengan harga ramah di kantong, mulai Rp5.000 saja.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mengunjungi tempat wisata ini dan menikmati suasana alam yang sejuk serta menenangkan?

Link sumber

Batu jadi Lokasi Favorit Paralayang


Kondisi geografis dan iklim Kota Batu ideal untuk aktivitas paralayang. Anginnya stabil dan topografi berbukit mendukung untuk kamu yang siap lepas landas.

Perbedaan ketinggian yang signifikan menawarkan jalur terbang yang panjang dan panorama spektakuler. Titik lepas landasnya berada di Gunung Banyak yang telah disiapkan secara khusus untuk olahraga ini.

Kamu bisa merasakan hembusan angin pegunungan yang sempurna untuk menopang parasut ketika kamu terbang dari paralayang Batu. Kamu akan melayang anggun di atas lembah dan kota.

Saat parasut mengembang dan meninggalkan langkah terakhir di tepi tebing, sebuah dimensi baru terbuka. Penerbangan dari paralayang Batu adalah momen untuk merasakan kebebasan tanpa batas.

Kamu akan merasakan hembusan angin yang membelai, sensasi melayang yang ringan, dan keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara angin. Pengalaman ini akan menguji adrenalin sekaligus menenangkan jiwa.

Ini adalah kesempatan melihat dunia dari sudut pandang berbeda sambil melepas segala beban pikiran dan membiarkan dirimu larut dalam keindahan panorama yang disajikan alam.

Link sumber

PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA

  Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim ...